Senin, 30 April 2012

Tonggeret "keRiang Gembira"


Malam gelap di bumi Kalimantan ini, saya terusik dengan keributan binatang yang berkerumun di lampu penerangan, baru kali ini saya melihat dan mendengarnya. Tanya punya tanya, ternyata binatang ini bernama “Keriang”, saya pun menamakannya “Keriang Gembira”, betapa tidak, jika tiap malam menjelang, keriang ini mengeluarkan suara yang nyaring ibarat penyanyi seriosa yang lagi tampil. Kadang kalau lagi iseng, jika lampu di matikan, tiba-tiba saja keriang ini jatuh dan berhenti bernyanyi riang, inilah cara saya kalau ingin mengeluarkannya dari kamar. Awalnya saya takut-takut memegangnya, tapi lama kelamaan sudah biasa dan karena binatang ini tidak menggigit.

Setelah googling di internet, ternyata keriang ini di kenal di daerah lain dengan sebutan tonggeret. Keriang atau Tonggeret adalah sebutan untuk segala jenis serangga anggota sub ordo Cicadomorpha, ordo Hemiptera. Serangga ini dikenal dari banyak anggotanya yang mengeluarkan suara nyaring dari pepohonan dan berlangsung lama. Selain tonggeret, nama lain juga dikenal, biasanya dikaitkan dengan pola suara yang dihasilkan. Orang Sunda menyebutnya cengreret, orang Jawa menyebutnya garengpung atau uir-uir, tergantung suara yang dikeluarkan. Di daerah Sulawesi Selatan, saya tidak pernah menemukan binatang ini, walaupun di kampung (Barru).

 
Serangga ini mempunyai sepasang mata faset yang letaknya terpisah jauh di kepalanya dan biasanya juga memiliki sayap yang tembus pandang. Bentuknya kadang-kadang seperti lalat yang besar, meskipun ada tonggeret yang berukuran kecil. Tonggeret hidup di daerah beriklim sedang hingga tropis dan sangat mudah dikenali di antara serangga lainnya, terutama karena tubuhnya yang besar dan akustik luar biasa yang dihasilkan dari alat penghasil suara di bawah sayapnya.

Banyak tonggeret memiliki daur hidup yang dipengaruhi musim. Di Indonesia, suara tonggeret garengpung yang nyaring akan muncul di akhir musim hujan saat serangga ini mencapai tahap dewasa, keluar dari bawah permukaan tanah untuk melakukan ritual musim kawin. Uir-uir dewasa baru keluar dari tanah di awal musim penghujan. Seusai kawin, betina meletakkan telur di tanah dan serangga ini mati. Tonggeret kadang-kadang dikira belalang atau lalat besar, meskipun mereka tidak mempunyai pertalian keluarga yang dekat. Tonggeret lebih mempunyai hubungan dekat secara taksonomi dengan wereng dan kutu loncat.

Di dunia ada sekitar 3.000 spesies tonggeret, meskipun banyak yang belum dideskripsikan. Tonggeret dikelompokkan dalam dua familia: Tettigarctidae dan Cicadidae. Ada dua spesies Tettigarctidae yang telah punah, satu di Australia selatan, dan yang lainnya di Tasmania. Familia Cicadidae dibagi lebih jauh ke dalam subfamilia Tettigadinae, Cicadinae dan Cicadettinae. Mereka terdapat di semua benua kecuali Antarktika. 


Sumber :
www.wikipwedia.org 
www.cirrusimage.com


1 komentar:

  1. Ayo dengan modal kecil bisa menang banyak lo gays?
    Dengan modal Rp20.000,
    Anda bisa menang "Puluhan Juta" !!!
    Hanya di Sinidomino. xyz
    Untuk info lebih lanjut, Hubungi :
    -Pin BBM : D61E3506 (24 jam Online )
    dewa poker

    BalasHapus