“Hai,
boleh kenalan ?, namaku risna (sambil menyunggingkan senyum manisnya)
menyapaku yang lagi duduk seorang diri di sebuah bangku sekolah
pertamaku.
Saya pun menoleh, juga memberikan senyum paling manisku (versi diriku, :)), berkata,
“boleh, namaku Ummung, We Ummung Darwis”.
Dengan wajah berkerut, mata menyipit, alis dikernyitkan (mungkin antenna pendengaran juga di pasang baik2), bertanya balik,
“Siapa ?” (Saya pun menyebutkan namaku sambil dieja W e U m m u n g D a r w i s).
“Apa itu “WE” ?,
Saya pun tersenyum dan berkata “Apalah Arti Sebuah Nama”
Hal
itu terus berulang, setiap kali saya bertemu dan berkenalan dengan
orang baru, pasti begitu. Dan belum pernah ada orang yang bisa menyebut
namaku pertama kalinya dengan betul.
“Nama”
itu sangat berarti, tidak ada di dunia ini yang tidak punya nama,
semuanya punya nama, mulai dari yang kecil sampai yang paling besar. Dan
kita semua butuh nama